BUDAYA WEB

Jika berbicara tentang Web, maka akan selalu terkait dengan Internet, Intranet, chate- mailnetmeeting, informasi on-line, ataupun informasi real-time. Disamping itu, akan terkaitpula dengan biaya pulsa telepon dan/atau biaya ISP (Internet Service Provider). Namun, jarang sekali disadari dan direnungkan potensi Internet dalam merubah suatu budaya.

Saat ini, perubahan budaya telah menggejala akibat adanya pemanfaatan Internet yang semakin mendunia. Gejala yang dimaksud adalah perubahan gaya hidup dari gaya hidup yang menggunakan listrik dan gaya hidup berbasis Internet di masa mendatang yang disebut gaya hidup Web. Dikatakan bahwa gaya hidup listrik adalah kebiasaan dalam menggunakan peralatan listrik, seperti lampu, televisi, penyejuk udara, dan lemari es. Kebiasaan dalam menggunakan peralatan listrik tersebut merupakan perubahan budaya dari penggunaan peralatan tanpa listrik pada dahulu kala. Masyarakat yang hidup sebelum listrik ada dan juga hidup waktu pertama kali ditemukannya listrik, mampu menyaksikanperubahan budaya tersebut. Sedangkan masyarakat modern, melihat penggunaan listrik merupakan hal yang biasa dan sudah menjadi suatu kewajaran (Gates, 2000).

Produk listrik yang ada saat ini, seperti lampu, televisi, dan penyejuk udara merupakan aplikasi-aplikasi teknologi baru hasil inovasi dan pemanfaatan listrik dengan didukung

oleh infrastruktur yang telah mapan. Aplikasi-aplikasi tersebut membentuk suatu tata ekonomi dan gaya hidup. Berbagai peralatan tersebut tidak mungkin tercipta tanpa didukungdengan infrastruktur yang baik.

Gaya hidup Web, seperti gaya hidup listrik, akan dicirikan dengan munculnya aplikasi- aplikasi inovatif secara cepat. Infrastruktur yang mendukung gaya hidup Web adalah infrastruktur untuk konektivitas kecepatan tinggi, seperti jaringan kabel serat optik, dan Internet broadband. Masyarakat akan berpaling ke Web untuk mendapatkan berita-berita terbaru, untuk belanja, untuk mendapatkan hiburan, untuk melihat siaran televisi, dan untuk berkomunikasi. Mereka akan sama terbiasanya seperti sekarang mereka terbiasa bercakap-cakap melalui telepon. Web akan digunakan untuk membayar rekening listrik, membayar tagihan kartu kredit, mengelola keuangan di bank kepercayaannya, dan juga berbisnis. Perubahan kultural mutlak diperlukan untuk beralih ke gaya hidup Web.

 

PERANAN INTERNET BAGI DUNIA BISNIS

Nilai dari Internet terletak pada kemampuannya untuk mempermudah pekerjaan dan dengan biaya rendah menghubungkan banyak orang dari berbagai tempat diseluruh dunia.Seseorang yang mempunyai alamat Internet (Internet address) dapat berinteraksi dengan suatu komputer dan menggunakan komputer lain dalam suatu jaringan, tidak memandang dimana lokasinya, apa tipe komputernya dan menggunakan jenis sistem operasi apa saja.

Keterhubungan global (global connectivity) melalui Internet dan kemudahan penggunaan (ease of use) dapat menyediakan akses kepada dunia bisnis dan perorangan yang secara normal akan sulit dilakukan. Perusahaan bisnis dapat secara langsung menghubungi kepada pemasok, rekan bisnis, atau pelanggan perorangan dengan biaya rendah, meskipunterletak sangat jauh secara geografis. Pengusaha dapat mencari outlet baru untuk produk atau jasa yang ditawarkannya secara lebih luas karena Internet memfasilitasi transaksisilang batas (cross-border transactions) dan informasi mengalir lebih cepat. Selain itu, Internet juga menyediakan media yang berbiaya rendah (low cost medium) bagi aliansi global danorganisasi maya (virtual organizations). Web merupakan antar muka (interface) standar dengan media Internet dan memungkinkan akses global dengan murah yang dapat digunakan untuk menciptakan sistem dalam organisasi.

Sebelum ada Internet yang dipakai secara massal, perusahaan harus mengembangkan suatu jaringan sendiri (wide area network, WAN) atau ikut pada jasa value-added network (VAN). Menggunakan Internet, meskipun tidak gratis, adalah lebih cost-effective bagi kebanyakan organisasi daripada membangun jaringan sendiri atau membayar VAN. Dengan adanyatransaksi bisnis berbasis elektronik, maka biaya dapat ditekan jauh lebih murah dibandingkan transaksi berbasis kertas. Biaya yang murah dapat terjadi karena adanyapengurangan untuk biaya kertas dan tenaga kerja yang memprosesnya.

Jika suatu organisasi bisnis bergerak dalam lingkungan internasional, maka kebutuhan akan koordinasi berbagai aktifitas dengan lokasi yang terpisah jauh akan menjadi bagian

kritikal bagi organisasi. Internet mampu menekan agency cost, yaitu biaya mengelola pekerja dan mengkoordinasikan kerja mereka, dengan menyediakan jaringan berbiaya rendahdan komunikasi murah serta alat bantu untuk menciptakan kolaborasi yang dapat digunakan pada skala global.

Internet dapat menciptakan aplikasi interaktif yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan. Halaman-halaman Web mempunyai kemampuan untuk berinteraksi secara lebihmenarik yang tak dapat disediakan oleh media tradisional berbasis kertas. Penampilan teks, suara, gambar, dan video pada halaman Web mampu menarik orang untukberinteraksi lebih jauh, dan ditambah kemudahan interaksi hanya dengan menekan tombol untuk membuat pilihan yang diinginkan.

 

NILAI TEKNOLOGI INFORMASI BAGI AKTIFITAS BISNIS

Organisasi yang akan memutuskan untuk menggunakan sistem dan teknologi tertentu dalam operasi bisnis, sangat dianjurkan untuk meneliti terlebih dahulu sistem yang akan digunakan. Pertama, menilai aliran informasi bisnis. Apakah suatu bisnis mempunyai aliran informasi yang memungkinkan organisasi bisnis tersebut menjawab pertanyaan berattentang apa yang dipikirkan pelanggan dan rekan bisnisnya mengenai produk dan jasa yang ditawarkan? Di pasar mana bisnis yang dikelola ditinggalkan dan mengapa? Apasebenarnya yang merupakan faktor kompetitif? Apakah sistem informasi memudahkan organisasi untuk mendapatkan data internal perusahaan atau membantu pemecahanpermasalahan pelanggan? Apakah data penting dalam perusahaan hanya dapat digunakan sekali saja pada saat dibutuhkan atau dapat diakses oleh pekerja berpengetahuan(knowledge worker) yang dimiliki tiap saat? Apakah sistem informasi menyediakan data untuk menjawab permasalahan bisnis?

Kedua, berkaitan dengan perdagangan. Banyak perusahaan telah beralih ke perdagangan elektronik (e-commerce) akibat adanya Internet. Dalam menghadapi e-commerce ini, maka sistem informasi operasi bisnis dituntut untuk mampu menyediakan jawaban atas permasalahan berikut ini. Apakah tim manajemen organisasi telah terbiasa dengan Internet dantelah menyiapkan suatu visi bisnis dalam menghadapi perubahan lingkungan dan budaya akibat Internet tersebut? Apakah tim dalam organisasi telah bekerja secara teknis untukmewujudkan visi tersebut? Apakah organisasi bisnis telah memulai berhubungan dengan pelanggan melalui Internet? Apakah organisasi bisnis telah menyadari pentingnya sistem digital dan peralatan apa yang dibutuhkan jika sebagian besar pelanggan memilih berhubungan melalui Web daripada dengan cara tradisional? Apakah sistem digital organisasimampu membantu organisasi bekerja dengan para pekerja profesional seperti pengacara dan akuntan publik yang merupakan “orang-orang diluar organisasi bisnis”. Apakahorganisasi bisnis telah menggunakan data digital untuk meraih proses turnaround secara lebih cepat, dengan kualitas yang lebih baik, dan harga yang lebih rendah? Apakah organisasi telah berhubungan secara eletronik dengan manufaktur, pemasok, bagian penjualan, dan fungsi bisnis lainnya sehingga proses perencanaan dapat diperpendek?

Ketiga, adalah mengelola pengetahuan (managing knowledge) sebagai langkah strategik operasi bisnis. Sistem informasi yang baik adalah yang memampukan organisasi untuk mendapatkan kabar buruk dalam organisasi bisnis dan segera memberitahukannya kepada pihak-pihak yang terkait untuk segera mencari solusi permasalahan tersebut. Dalammelakukan penilaian sistem informasi strategik, maka apakah sistem digital organisasi mampu menciptakan tim maya (virtual team) diantara departemen pada lokasi terpisah? Apakah organisasi bisnis mampu memperoleh dan menganalisis umpan balik pelanggan secara elektronik untuk mencari tahu perbaikan-perbaikan apa yang diinginkanpelanggan? Apakah sistem digital yang dibangun mampu secara cepat mengalirkan umpan balik pelanggan -yang biasanya berupa keluhan- kepada pekerja berpengetahuandidalam organisasi yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut? Apakah manajer mampu melakukan analisis pembelian produk atau jasa dengan baik dan menggunakanhasilnya untuk melakukan berbagai analisis. Dapatkah organisasi menentukan kelompok pelanggan mana yang paling menguntungkan menurut pendapatan, umur, lokasigeografis, atau faktor demografis lainnya?

 

Keempat, mengintegrasikan sistem informasi dengan operasi bisnis. Sistem informasi yang terintegrasi tersebut harus mampu menjawab pertanyaan berikut ini. Apakah pekerjagarda depan organisasi mampu mendapatkan data bisnis secara real time sehingga mereka mampu memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan? Dapatkah organisasimengintegrasikan sistem manufaktur dengan sistem-sistem lain dalam perusahaan, misalnya untuk mengalirkan data dari proses produksi yang mengendalikan persediaan(inventory control) atau mengkoordinasikan produksi dengan penjualan? Dapatkah organisasi membangun suatu proses besar dari beberapa proses kecil dan menghubungkan proses-proses tersebut untuk menciptakan suatu sistem yang efisien? Apakah organisasi menggunakan aliran informasi digital untuk mempermudah keseluruhan proses dari awal hingga akhir.

MEMBANGUN APLIKASI OPERASI BISNIS BERBASIS WEB

Dunia bisnis telah menemukan manfaat terbesar dari Internet yaitu datang dari berbagai aplikasi yang berbiaya rendah. Perusahaan besar dan kecil menggunakan Internet untuk membuat informasi produk, pengorderan, dukungan pelanggan yang dapat tersedia secara cepat, dan untuk membantu hubungan penjual dan pembeli. Beberapa kemajuan perdagangan elektronik berbasis Internet adalah otomatisasi proses bisnis berbasis kertas tradisional menuju model-model bisnis baru.

Model bisnis baru yang diciptakan tersebut menggunakan kemampuan Internet untuk mendukung komunikasi luas. Model bisnis ini mampu membantu organisasi untuk menyediakan produk dan jasa dengan harga yang lebih rendah, meningkatkan efisiensi dan pengurangan biaya produksi.

Pembangunan aplikasi sistem untuk mendukung operasi bisnis berbasis Web meliputi tiga pilihan yaitu (1) menggunakan Web server dengan alat bantu (toolkit) untuk membangunsendiri sistem yang diinginkan, (2) membeli paket aplikasi sistem Web  server, atau (3) outsourcing aplikasi sistem pada penyedia jasa pengembang sistem perdagangan elektronik(e-commercee).

Bagi perusahaan yang belum siap mengoperasikan Web server, tersedia pilihan lain, yaitu dengan menyerahkan pengelolaan Web server kepada perusahaan lain (Web hosting companies). Perusahaan pengelolaan Web tersebut mengelola Web server perusahaan tertentu dengan menerima pembayaran jasa. Penyerahan pengelolaan Web server kepadaperusahaan lain merupakan salah satu solusi bisnis bagi perusahaan kecil yang belum mempunyai sumber daya untuk mengoperasikan Web server secara mandiri.

Intranet atau “Internet mini” yang beroperasi hanya dalam lingkungan perusahaan saja merupakan teknologi pendukung pengelolaan dan pengkoordinasian proses bisnis internal.Pengembangan Intranet yang murah, dapat dikembangkan sesuai dengan perubahan permintaan bisnis dan dapat dengan mudah diakses oleh berbagai platform komputer, akanmampu mendukung operasi bisnis berbasis Web.

Perangkat lunak Web menyediakan kemampuan antar muka (interface) secara seragam, yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan berbagai proses bisnis dan sistem yang berbeda dalam suatu perusahaan. Perusahaan-perusahaan dapat menghubungkan Intranet mereka pada basis data perusahaan dengan Web, selain itu juga memampukan parapekerja untuk mengambil tindakan secara cepat pada operasi bisnis perusahaan. Misalnya, seorang pekerja di bagian penjualan dapat menentukan jadwal pengiriman produkdengan melihat skedul produksi dan penyelesaian produk pada Web perusahaan sambil bernegosiasi dengan pelanggan di telepon. Berbagai aplikasi Intranet dapat membantuorganisasi mengelola proses bisnis secara elektronik. Gambar 1 berikut memberikan ilustrasi berbagai aplikasi Intranet yang dibangun untuk berbagai fungsi bisnis.

Dalam manajemen operasi, pengelolaan informasi sangat kompleks, melibatkan persediaan dalam jumlah besar, penangkapan (capturing), integrasi aliran informasi data produksisecara real-time, merubah hubungan dengan pemasok, dan biaya-biaya yang berbeda-beda. Fungsi manufaktur, biasanya menggunakan berbagai tipe data, termasuk grafik dan teks yang tersebar dalam sistem yang terpisah. Informasi manufaktur sangat peka terhadap waktu dan sulit untuk mencari ulang file-file ketika harus diperbarui secaraberkelanjutan. Membangun Intranet yang mengintegrasikan data manufaktur dalam suatu antar muka pengguna yang seragam lebih sulit dibandingkan fungsi bisnis yang lain.Terlepas dari berbagai kesulitan tersebut, perusahaan bukan tidak mungkin membangun aplikasi Intranet untuk fungsi manufaktur. Intranet mampu mengkoordinasikan aliran informasi antara mesin-mesin, pengendali-pengendali, sistem persediaan, dan komponen-komponen lain dari sistem produksi yang dapat membuat informasi manufaktur lebihdapat diakses pada bagian lain dalam organisasi, dengan presisi yang semakin meningkat serta diikuti dengan menurunnya biaya..