PERBEDAAN SITUS CANDI DAN SITUS PORNO

Istilah situs dulu hanya banyak dikenal di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya jurusan purbakala.Sebab situs sangat berkaitan dengan peninggalan jaman dahulu,atau jaman kuno  (orang jawa bilang).Karenanya kemudian ada situs candi Borobudur (magelang),situs candi Penataran (blitar),termasuk situs candi Prambanan yang ada patung perempuan telanjangnya.

Seiring dengan kemajuanya tekhnologi informatika,situs kini pengertianya sangat berbeda,meski juga banyak menampilkan wanita telanjang. Wanita telanjang di dunia internet bukan lagi dalam bentuk patung,tapi gambar.Bukan lagi gambar diam,melainkan juga bisa  bergerak-gerak.Karenanya,penontonya bisa mematung terkesima,bahkan bisa juga bagian tubuhnya mengeras laksana patung lingga-yoni di Candi Sukuh-Karanganyar solo.

Makanan anak-anak kini bukan lagi pulsa Hp,tapi juga situs  porno.Ini tergambar dari pernyataan Kak Seto bahwa 67 persen anak SD di Jabodetabek sudah menonton situs porno.Jelas itu bukan karena pornografi masuk kurikulum SD ,melainkan karena naluri semata. Ketika  sudah mengalami mimpi basah (akil balig), maka mulailah dia bisa mengagumi keindahan lawan jenisnya, dalam kondisi apa adanya pula.

Meski situs porno sudah banyak yang disensor oleh Menkominfo, bukan berarti penggemar situs porno berkurang. Bukan saja anak SD, bahkan anak-anak yang kelahiran 60 tahun lalu, banyak juga yang gemar membuka situs porno. Alasannya sangat klasik, untuk “pemanasan” di rumah. Sebab dalam usia yang sudah mulai uzur, banyak yang mengalami penyakit “nafsu besar tenaga kurang”. Ibarat mau nyetrika pakai setrikaan cap jagp, dia punya areng susah sekali menyala, dikipasi pun tak mempan.

Meski bapak dan anak sama gemarnya pada situs porno, tapi jangan pula dicarikan sinergi, lalu nonton bersama bersama. memangnya ini Piala Dunia???Lho…..