ASAL BERDIRINYA  BANK INDONESIA

Dalam penerapan kebijakan perekonomian dan keuangan yang bersifat domestik,pemerintah indonesia menghadapi berbagai tantangan yang signifikan .Beberapa tantangan tersebut adalah tingginya inflasi yang disebabkan oleh masih beredarnya mata uang jepang secara tak terkendali ,serta kondisi kas negara yang kosong karena belum dapat ditariknya pdan bea masuk.Kondisi itu diperparah dengan adanya status perdagangan ekspor yang macet karena blokade laut belanda dan maklumat dari panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies ) yang tetap memberlakukan mata uang NICA (Netherlands Indies Civil Administration) di wilayah yang diduduki sekutu.Masalah tersebut membuat pemerintah indonesia menerapkan peraturan tentang pembentukan bank negara sebagai pusat investasi dan sumber perputaran uang negara serta memberlakukan uang nasional.

Pada tanggal 5 juli 1946,pemerintah indonesia menetapkan peraturan tentang pembentukan Bank Negara Indonesia.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.2 tahun 1946,Bank Negara Indonesia menjadi Bank umum pertama milik pemerintah Republik Indonesia.Pemerintah menunjuk Margono Djojohadikusumo untuk menjabat sebagai pemimpin BNI 1946.Kemudian ,pada 1 oktober 1946 ,pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.17 tahun 1946.yang berisi tentang pemberlakuan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).Undang-undang ini diperkuat demgan undang-undang No.19 tahun 1946 yang mengatur penukaran mata uang jepang terhadap ORI .Berikut ini beberapa peraturan penukaran mata uang Jepang tersebut.

Di Jawa dan Madura ,satu rupiah ORI sama dengan 50 rupiah uang jepang.
Di luar Jawa dan Madura,satu rupiah ORI sama dengan 100 rupiah uang jepang.

Kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan uang ORI ini memiliki dua signifikasi utama.Pertama, untuk menekan inflasi yang disebabkan oleh beredarnya mata uang asing di Indonesia .Kedua, untuk menstabilkan harga-harga barang yang tidak tergapai oleh daya beli masyarakat pada waktu itu.

Kebijakan pemerintah lainya, yaitu dikeluarkannya peraturan tentang kewajiban menabung bagi seluruh penduduk Jawa dan Madura oleh Menteri Keuangan ,Ir. Surachman.Dengan menabung ,masyarakat memberi pinjaman kepada pemerintah.Pinjaman tersebut disetor melalui Bank Tabungan Pos dan rumah-rumah pegadaian.

Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan nasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, de Javasche Bank tetap berfungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi terhadap arus uang dan aset negara. Komposisi pegawainya juga tetap terdiri atas orang-orang Belanda. Pemerintah Indonesia mengalami kesulitan dengan kondisi seperti ini karena kebijakan keuangan tidak dapat di kendalikan secara mandiri oleh pemerintah Indonesia.Untuk mengatasi hal tersebut, pada 19 juni 1951,pemerintah membentuk panitia Nasionalisasi de Javasche Bank. Fungsinya adalah mempersiapkan pembentukan bank sentral Indonesia sebagai pengatur arus sirkulasi moneter negara.

Selanjutnya, pada 15 desember 1951, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang Undang No.24 tahun 1951 yang isinya menyangkut nasionalisasi de Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) yang berfungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi di Indonesia.

Mulai saat itulah Bank Indonesia berdiri sebagai bank sentral satu-satunya di republik ini…